Monday, February 13, 2017

Puisi Makna Terdalam - Empat Musim

EMPAT MUSIM
Kau yang tumbuh diantara 4 musim,
Mengapa aku mencintaimu sedang engkau menyimpan bermacam rupa dalam hatimu sana,
Kau yang tumbuh diantara 4 musim,
Mengapa aku slalu melayangkan otakku menguras habis tentang engkau.
Kau yang masih saja diantara 4 musim,
Celakalah aku kiranya kini terkikis asam rindu yang kau semai bersama bunga kumal itu,mengapa aku menyukainya,
Hal yang ada dalam dirimu,mengapa aku sangat tertarik,
Akankah setiap cinta mutlak kebebasan,
Hingga menghilangkan logika yang benar.
Kau yang terus berada diantara 4 musim,
Batapa sakit memotong sayap ini dengan tangan sendiri
Kau memandangku seolah merasakan apa yang ku alami,tapi kau hadir dalam luka itu sendiri,
Begitu indahkah luka sedang engkau menganggap luka sebagai cinta dan cinta sebagai luka,
Ijinkan aku menjadi liar.
Egoiskah cinta yang ku lakukan,sedangkan aku menghindar darimu yang egois.
Kau yang memberi pelukan diantara 4 musim
Aku mendengarkan panggilanmu dari balik lautan dan merasakan sayap-sayapmu menyekaku
Dan aku berdiam di bawah pohon pinus yang berbunga dan mendengarkan panggilan jiwamu, membawaku dalam Hal paling indah,bahwa kau dan aku selalu berjalan bersama, bergandengan tangan dalam keindahan dunia ini tanpa diketahui orang lain.
Kau yang pastinya diantara 4 musim
Dan bukanlah waktu sebagaimana halnya cinta tak terbagi dan tak mengenal ruang,
Lalu berupa kekaburan dan getaran di angkasa.
demi cinta apabila tidak terasa dalam hati, yang ada hanya debu tertib dan terberai oleh angin.
Cinta memberikan efek aneh dan kesan ajaib yang hasilkan di kalangan manusia.
Hingga saat ini menindasku untuk terus mengatakan bahwa
"Kaulah satu-satunya diantara 4 musim"

No comments:

Post a Comment