EMPAT MUSIM
Kau yang tumbuh diantara 4 musim,
Mengapa aku mencintaimu sedang engkau
menyimpan bermacam rupa dalam hatimu sana,
Kau yang tumbuh diantara 4 musim,
Mengapa aku slalu melayangkan otakku
menguras habis tentang engkau.
Kau
yang masih saja diantara 4 musim,
Celakalah
aku kiranya kini terkikis asam rindu yang kau semai bersama bunga kumal
itu,mengapa aku menyukainya,
Hal
yang ada dalam dirimu,mengapa aku sangat tertarik,
Akankah
setiap cinta mutlak kebebasan,
Hingga
menghilangkan logika yang benar.
Kau yang terus berada diantara 4 musim,
Batapa sakit memotong sayap ini dengan
tangan sendiri
Kau memandangku seolah merasakan apa
yang ku alami,tapi kau hadir dalam luka itu sendiri,
Begitu indahkah luka sedang engkau
menganggap luka sebagai cinta dan cinta sebagai luka,
Ijinkan
aku menjadi liar.
Egoiskah
cinta yang ku lakukan,sedangkan aku menghindar darimu yang egois.
Kau
yang memberi pelukan diantara 4 musim
Aku
mendengarkan panggilanmu dari balik lautan dan merasakan sayap-sayapmu
menyekaku
Dan
aku berdiam di bawah pohon pinus yang berbunga dan mendengarkan panggilan
jiwamu, membawaku dalam Hal paling indah,bahwa kau dan aku selalu berjalan
bersama, bergandengan tangan dalam keindahan dunia ini tanpa diketahui orang
lain.
Kau yang pastinya diantara 4 musim
Dan bukanlah waktu sebagaimana halnya
cinta tak terbagi dan tak mengenal ruang,
Lalu berupa kekaburan dan getaran di
angkasa.
demi cinta apabila tidak terasa dalam
hati, yang ada hanya debu tertib dan terberai oleh angin.
Cinta memberikan efek aneh dan kesan
ajaib yang hasilkan di kalangan manusia.
Hingga saat ini menindasku untuk terus
mengatakan bahwa
"Kaulah satu-satunya diantara 4
musim"
No comments:
Post a Comment